KENAPA AL QUR’ AN TIDAK DITURUNKAN DI DEPOK ? (Bag. 1)


Melalui Al Qur’an kita tahu  bahwasanya Al Qur’an pertama kali diturunkan pada bulan Ramadhan, lebih tepatnya pada malam Qadar. Melalui sejarah kita juga tahu bahwa Al Qur’an pertama kali diturunkan di jazirah Arab, atau lebih tepatnya lagi adalah pada suku Quraisy. Tapi pernahkah kita bertanya kepada Al Qur’an atau kepada sejarah kenapa Alloh SWT menurunkan Al Qur’an pada suku Quraisy? Kenapa tidak Alloh turunkan di Depok misalnya, atau di Jakarta, atau di Eropa, kenapa tidak di Amerika, kenapa harus pada suku Quraisy?

               Jawaban yang paling aman terhadap pertanyaan seperti ini adalah terserah Alloh SWT di mana akan diturunkannya Al Qur’an, karena Alloh SWT tidak boleh ditanya apa yang Ia kerjakan. Kita bertanya seperti ini tentunya bukan dalam rangka mempertanyakan perbuatan ataupun kebijakan Alloh SWT, akan tetapi lebih kepada mencari  hikmah dan pelajaran di balik turunnya Al Qur’an pada suku Quraisy, karena kita yakin, pasti Alloh SWT tidaklah sembarangan memilih tempat turunnya Al Qur’an.

               Ada beberapa analisis terkait dengan hal ini, salah satunya adalah karena alasan dakwah. Bahwa suku Quraisy adalah suku yang memiliki semua syarat untuk menyemai dakwah. Ada beberapa kultur dasar yang dimiliki suku Quraisy yang sangat mendukung tumbuh dan berkembangnya dakwah islamiyah. Kultur yang pertama bahwa bangsa Quraisy adalah satu komunitas yang memiliki kulutur enterpreneur, pengusaha atau pedagang, di mana kaum pedagang paling tidak memiliki tiga keunggulan yang tidak dimiliki oleh komunitas lainnya seperti petani dan pegawai. Keunggulan pertama adalah keunggulan waktu. Bagi para pedagang waktu adalah milik mereka, merekalah yang mengatur waktu mereka sendiri. Berbeda halnya dengan bangsa Indonesia yang umumnya pegawai dan petani. Bagi para petani dan pegawai mereka yang diatur oleh waktu. Dengan waktu yang banyak pasti produktifitas dakwah juga akan semakin besar. Keunggulan kedua kaum pedagang adalah mobilitasnya yang sangat cepat yang juga tidak dimiliki oleh para petani dan pegawai yang hanya memiliki waktu hari sabtu dan minggu. Salah satu yang mendapat berkah dari keunggulan mobilitas kaum pedagang ini adalah kita, bangsa Indonesia, karena  Islam masuk ke nusantara dibawa oleh para pedagang Arab. Keunggulan ketiga dari kaum pedagang adalah keunggulan finansial. Kata orang, para petani dan pegawai duitnya bisa ditebak sementara pedagang duitnya ngga ada serinya. Ketersediaan dana juga sangat mempengaruhi produktivitas dakwah karena dana bagi gerakan dakwah ibarat darah dalam tubuh manusia.

Alasan lain kenapa Alloh SWT menurunkan Al Qur an pada suku Quraisy adalah karena mereka satu komunitas yang sangat hobi berkelahi dan berperang, tidak ada satupun perselisihan di antara mereka kecuali selesainya dengan berkelahi atau berperang. Satu sisi kebiasaan berkelahi dan berperang ini merupakan sifat negative, akan tetapi di sisi lain sifat ini sangat dibutuhkan dalam mengawal dakwah. Islam membutuhkan orang-orang pemberani dan kuat, Kebenaran ini  tidak akan pernah besar tanpa dikawal oleh keberanian dan kekuatan.  Itulah sebabnya Rosululloh SAW pernah berdoa kepadan Alloh SWT agar dua Umar yang merupakan dua  orang kuat bisa memeluk dan  memperkuat Islam, dan yang akhirnya Alloh pilih adalah Umar Bin Khottob RA .Wallohu a’lam

Comments