Melalui Al Qur’an
kita tahu bahwasanya Al Qur’an pertama
kali diturunkan pada bulan Ramadhan, lebih tepatnya pada malam Qadar. Melalui
sejarah kita juga tahu bahwa Al Qur’an pertama kali diturunkan di jazirah Arab,
atau lebih tepatnya lagi adalah pada suku Quraisy. Tapi pernahkah kita bertanya
kepada Al Qur’an atau kepada sejarah kenapa Alloh SWT menurunkan Al Qur’an pada
suku Quraisy? Kenapa tidak Alloh turunkan di Depok misalnya, atau di Jakarta,
atau di Eropa, kenapa tidak di Amerika, kenapa harus pada suku Quraisy?
Jawaban yang paling aman terhadap
pertanyaan seperti ini adalah terserah Alloh SWT di mana akan diturunkannya Al
Qur’an, karena Alloh SWT tidak boleh ditanya apa yang Ia kerjakan. Kita
bertanya seperti ini tentunya bukan dalam rangka mempertanyakan perbuatan
ataupun kebijakan Alloh SWT, akan tetapi lebih kepada mencari hikmah dan pelajaran di balik turunnya Al Qur’an
pada suku Quraisy, karena kita yakin, pasti Alloh SWT tidaklah sembarangan
memilih tempat turunnya Al Qur’an.
Ada beberapa analisis terkait
dengan hal ini, salah satunya adalah karena alasan dakwah. Bahwa suku Quraisy
adalah suku yang memiliki semua syarat untuk menyemai dakwah. Ada beberapa
kultur dasar yang dimiliki suku
Quraisy yang sangat mendukung tumbuh dan berkembangnya dakwah islamiyah. Kultur
yang pertama bahwa bangsa Quraisy adalah satu komunitas yang memiliki kulutur enterpreneur, pengusaha atau pedagang, di mana kaum pedagang
paling tidak memiliki tiga keunggulan yang tidak dimiliki oleh komunitas
lainnya seperti petani dan pegawai. Keunggulan pertama adalah keunggulan waktu.
Bagi para pedagang waktu adalah milik mereka, merekalah yang mengatur waktu
mereka sendiri. Berbeda halnya dengan bangsa Indonesia yang umumnya pegawai dan
petani. Bagi para petani dan pegawai mereka yang diatur oleh waktu. Dengan
waktu yang banyak pasti produktifitas dakwah juga akan semakin besar.
Keunggulan kedua kaum pedagang adalah mobilitasnya yang sangat cepat yang juga
tidak dimiliki oleh para petani dan pegawai yang hanya memiliki waktu hari
sabtu dan minggu. Salah satu yang mendapat berkah dari keunggulan mobilitas
kaum pedagang ini adalah kita, bangsa Indonesia, karena Islam masuk ke nusantara dibawa oleh para pedagang
Arab. Keunggulan ketiga dari kaum pedagang adalah keunggulan finansial. Kata
orang, para petani dan pegawai duitnya bisa ditebak
sementara pedagang duitnya ngga ada
serinya. Ketersediaan dana juga sangat mempengaruhi produktivitas dakwah
karena dana bagi gerakan dakwah ibarat darah dalam tubuh manusia.
Alasan lain
kenapa Alloh SWT menurunkan Al Qur an pada suku Quraisy adalah karena mereka
satu komunitas yang sangat hobi berkelahi dan berperang, tidak ada satupun
perselisihan di antara mereka kecuali selesainya dengan berkelahi atau
berperang. Satu sisi kebiasaan berkelahi dan berperang ini merupakan sifat negative,
akan tetapi di sisi lain sifat ini sangat dibutuhkan dalam mengawal dakwah.
Islam membutuhkan orang-orang pemberani dan kuat, Kebenaran ini tidak akan pernah besar tanpa dikawal oleh keberanian
dan kekuatan. Itulah sebabnya Rosululloh
SAW pernah berdoa kepadan Alloh SWT agar dua Umar yang merupakan dua orang kuat bisa memeluk dan memperkuat Islam, dan yang akhirnya Alloh
pilih adalah Umar Bin Khottob RA .Wallohu a’lam

Comments
Post a Comment