RAMADHAN BULAN GAUL

Beberapa hari lagi insya Alloh kita semua  akan bertemu kembali dengan bulan yang selalu kita tunggu dan kita rindukan, bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah.  Arti berkah atau barokah dalam terminology bahasa Arab adalah ziyadatul khoir yang artinya bertambahnya kebaikan atau bertambahnya nilai. Sebuah amal atau sebuah ibadah yang dilakukan pada bulan Ramadhan memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan dengan amal atau ibadah yang sama yang dilakukan pada bulan bulan lainnya.

Karena begitu luarbiasanya kebaikan yang tersedia pada bulan Ramadhan maka wajar kalau keimanan, semangat ibadah, semangan melakukan kebaikan dan semangat menerima kebaikan manusia sedang dalam kondisi on fire.  Gerakan dakwah tidak boleh menyia-nyiakan kondisi ini supaya kehadiran Ramadhan tidak hanya menjadi berkah bagi individu dalam jamaah,  tapi juga menjadi berkah bagi jamaah secara kelembagaan.  Mengingat strategisnya posisi bulan Ramadhan bagi gerakan dakwah , melalui  taujih pekanan ini saya kembali mengingatkan kepada bidang-bidang di DPD, DPC-DPC, DPRa-DPRa, Fraksi, dan elemen partai secara umum untuk tidak melakukan kegiatan kegiatan yang bersifat internal seperti buka puasa bersama sesama kader, dan lain-lain kecuali kegiatan yang sudah menjadi kewajiban kader seperti taklim pekanan. 

Gerakan dakwah tidak boleh jauh apalagi lepas dari masyarakat, karena gerakan dakwah lahir dari rahim masyarakat, gerakan dakwah  hadir untuk masyarakat, karena itu gerakan dakwah juga harus bisa bekerja bersama masyarakat. Gerakan dakwah akan hina, lemah dan gagal ketika  tidak bisa membangun hubungan yang kuat  dengan masyarakat di mana gerakan dakwah itu berada, sebagaimana firman Alloh SWT  kalian akan ditimpa kehinaan di manapun kalian berada kecuali ketika kalian membangun hubungan yang kuat dengan Alloh dan dengan masyarakat. Karena begitu pentingnya hubungan gerakan dakwah dengan masyarakat maka jamaah sampai membuat kebijakan  pekan pertama dan ke tiga pada setiap bulan menjadi pekan tanzimy, pekan ke dua dan ke empat menjadi pekan sya’by.  Kalau pada bulan lain jamaah sampai mengkhususkan  pekan sya’by maka seharusnya pada bulan Ramadhan 100% energy dakwah ini kita kerahkan untuk sya’biyah. 
Dari beberapa kunjungan yang kami lakukan masih begitu banyak elemen masyarakat yang menyatakan bahwa PKS  dan kader PKS dengan masyarakat laksana minyak dengan air, berada dalam satu wadah tapi terpisah, terpisah yang mereka maksudkan tentu terpisah dalam arti yang negative. Mereka juga menganggap bahwa  PKS adalah jamaah autis yang sibuk dengan urusanya sendiri saja. Ke depan,  persepsi seperti  ini harus kita  rubah,   seharusnya PKS dan kader PKS dengan masyarakat seperti air dengan tinta,  di manapun kader PKS berada maka masyarakat di sekitarnya akan berwarna seprti tinta PKS .  Hal ini senada dengan apa yang pernah diwasiatkan oleh  Asysyahid Sayyid Qutb hendaklah kalian menjadi  muatstsir ( pewarna ) bukan muatstsar ( orang yang terwarnai).  PKS tidak boleh hadir hanya untuk kadernya  saja, tapi PKS hadir untuk kadernya  dan  masyarakat  sebagaimana firman Alloh SWT  kalian adalah ummat terbaik yang diciptakan  sebagai rahmat bagi semua manusia. Menjadi rahmat bagi semua manusia,  menjadi pewarna bagi masyarakat tidak akan kita capai kecuali dengan berinteraksi langsung dan intens dengan masyarakat atau kata anak muda sekarang kudu gaul.  

Orang mukmin yang bergaul dan bersabar atas keburukan yang dia peroleh dari masyarakatnya lebih baik dari pada orang mukmin yang tidak bergaul dan tidak bersabar ( Al Hadits )
Wallohu a’lam


Depok, 28 Mei 2012
M.Supariyono
Ketua DPD PKS Depok

Comments