![]() |
| PKS dan Barcelona |
Siapa yang tidak mengenal Barcelona, tim hebat dengan kualitas individual hebat yang digawangi oleh Xavi, Iniesta dan Messi sang peraih Ballon d'Or empat kali berturut-turut. Namun demikian masih saja bisa dikalahkan oleh Bayern Muenchen yang bisa dikatakan 'masih pendatang baru' dalam Liga Champion beberapa waktu lalu.
Ya, Barcelona bukanlah tim malaikat yang tidak akan pernah berbuat salah menerapkan strategi tiki-taka-nya hingga terkadang strategi yang diterapkan oleh Barca pun tumpul menghadapi lawan yang kemudian akan berimbas pada kekalahan Barca. Namun, Barca adalah Barca, tim hebat yang selalu bisa melupakan badai yang sudah melanda. Kekalahan di Liga Champion tidak membuat mereka patah arang melainkan membuat mereka menjadi lebih kuat. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya Trophy Liga Spanyol musim ini (2013) oleh Barca meskipun kepemimpinan sudah beralih dari Pep Guardiola ke Titto Villanova.
Yupz...ini dia persamaan selanjutnya, Barca dan PKS sama-sama tidak memiliki ketergantungan pada satu individu kepemimpinan. Ada ataupun tanpa Pep Guardiola, Barca tetaplah juara, tim hebat, tim terbaik se-dunia saat ini, begitupun dengan PKS, dengan ataupun tanpa Lutfi Hasan Ishaq, PKS tetap akan tegak berjuang untuk menegakkan kebenaran, untuk menjadikan Indonesia lebih baik, lebih sejahtera, dan lebih berbahagia. PKS tidak hanya akan menjadikan negeri ini selayaknya sepenggal Firdaus melainkan akan menjadikan negeri ini selayaknya dua penggal Firdaus...Biidznillah...
"Jangan hanya gara-gara satu orang, jelek semuanya," kata Anis. "Kalau ada seratus orang, lantas satu bermasalah, hal itu jangan merusak yang 99 orang lagi. Tapi justru kita harus memperbaiki yang satu itu," lanjut Anis Matta.
Pada bagian lain Anis Matta juga mengingatkan agar para kader PKS tidak bersikap ekslusif, tidak mau berbaur dengan masyarakat. Kader harus bisa tetap menjalankan dakwah lewat pergaulan dengan mendekatkan diri dengan masyarakat atau berbaur dengan masyarakat.
"Silakan saja kader PKS main domino di warung, main catur, sebagaimana aktivitas masyarakat yang kemudian dari situ kita bisa menyampaikan pesan-pesan kebaikan," kata Anis. Mendengar pernyataan Anis Matta yang satu ini, lagi-lagi teringat sesuatu, namun kali ini tidak lagi teringat tim bola melainkan teringat pernyataan Hasan Al Banna tentang keterusterangan.
"Kami ingin berterus-terang kepada semua orang tentang tujuan kami, memaparkan di hadapan mereka metode kami, dan membimbing mereka menuju dakwah kami. Di sini tidak ada yang samar dan remang-remang. Semuanya terang. Bahkan lebih terang dari sinar mentari, lebih jelas dari cahaya fajar, dan lebih benderang dari putihnya siang" (Hasan Al Banna).
"Sebenarnya Allah, Dia-lah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar." (Al Hujurat: 17)
Salam Barca, Salam Cinta Kerja dan Harmoni, Salam #PKS3Besar *smile*.(cm).

Comments
Post a Comment