PKSDEPOK, DEPOK “Beri aku
1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda,
niscaya akan kuguncangkan dunia” (Ir. Soekarno)
Laiknya sang nasionalis sejati, PKS paham betul makna dari kata
mutiara di atas yang diucapkan oleh sang proklamator bangsa, Ir. Soekarno. Ya,
kata mutiara tersebut memiliki makna yang dalam. Makna berupa isyarat sekaligus
pesan yang harus dilaksanakan jika Indonesia ingin menjadi bangsa yang besar,
bangsa yang disenangi kawan dan disegani lawan. Isyarat dan pesan tersebut
terdapat dalam kalimat berikan aku 10
pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Sadar akan pesan tersebut, PKS
bergerak lebih gesit mempersiapkan para pemuda bangsa untuk ambil bagian dalam
mengguncangkan dunia.
Gerak PKS benar-benar serius. Guna mencapai tujuan mulia tersebut,
para kader PKS memulainya dari pemilu. Ya, pada pemilu 2014 PKS ingin lebih
menyentuh kaum muda. Bagi partai nomor urut 3 yang dimotori oleh Anis Matta
ini, peran serta dan dukungan pemuda sangat penting. PKS menyadari bahwa pemuda
adalah pilar bangsa. Baik-buruknya suatu bangsa tergantung pemudanya. Di tangan
pemudalah nasib bangsa dipertaruhkan. Di pundak pemudalah estafet perjuangan
dibebankan. Oleh karena itu, PKS yang juga mengusung para caleg dari golongan
muda mengajak para pemuda untuk ikut serta dalam perjuangan bersama partai
dakwah ini.
Memasuki masa-masa akhir kampanye pemilu 2014, para kader PKS Depok di bawah kordinasi OITB menggelar aksi “PKS
Vaganza; Jemput suara 5000 Pelajar”. Program ini merupakan sosialisai kampanye
yang menarik sekaligus edukatif. Melalui PKS Vaganza, para kader-kader turun ke
daerah-daerah padat sekolah guna memperkenalkan PKS beserta para CAD-nya, dan
mensosialisasikan cara mencoblos yang benar. Aksi kreatif PKS ini mendapat
simpati dari para pelajar yang terlibat langsung. Mereka merasa senang dengan
apa yang dilakukan para kader PKS. “Ooo,
ternyata kayak gini ya nyoblosnya. Aku baru tau. Makasih ya, PKS. Insya Allah
nanti aku nyoblos PKS”, jawab Raya ketika ditanya kesan yang didapat dari
program PKS. Lain lagi komentar dari Ari, siswa kelas XII salah satu SMK
favorit di Depok. Di tengah antusiasnya menyaksikan aksi kader PKS, ia
memberikan pendapatnya tentang PKS, “Ternyata
masih ada partai yang mau panas-panasan datengin anak-anak sekolah buat
sosialisasiin partai mereka. Caranya sederhana, gak ribet, dan jujur. Kita
dikenalin dan diajak buat milih PKS. Tapi, kita ga disogok pake duit. Maju
terus PKS! Gue putusin pilih PKS!”.
Itulah sepenggal kisah para pelajar yang berkesempatan
bersinggungan langsung dengan kampanye PKS. Mereka yakin bahwa para caleg yang
diusung PKS agar bekerja dengan cinta untuk harmonikan Indonesia. Mereka siap
mendukung perjuangan PKS di kancah politik Indonesia. Melalui binar mata mereka
terpancar kilatan semangat dan optimis akan masa depan bangsa yang lebih
gilang-gemilang. Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan kalian, Nak.
Teruslah belajar hingga kalian jadi orang besar yang siap mengguncang dunia
dengan prestasi dan kebaikan. Doakan kami agar istiqomah dan amanah dalam
membangun peradaban bangsa. Salam cinta, kerja, dan harmoni dari kami keluarga
besar PKS Depok. (Rf/ccm)

Comments
Post a Comment