![]() |
| picture taken here |
PKSDEPOK, DEPOK - Sejak dikibarkannya panji da’wah pada masa Rasulullah saw,
hingga saat ini panji da’wah ini tetap berkibar dengan tegar. Meskipun sejuta
fitnah terus menggoyahkan da’wah ini. Meskipun hizbussyaithon tak pernah henti
membuat makar pada da’wah ini. Meskipun para kaum munafik dengan kelicikannya
terus menggoyahkan keyakinan dan kestiqohan prajurit da’wah ini…meskipun
ancaman-ancaman yang dilontarkan terus menyinggapi jundi-jundi da’wah
ini, meskipun arus deras fitnah yang membadai menghantam tubuh para qiyadah
ini, kami akan tetap disini. Bersama kalian, saling berpegangan tangan,
menyatukan hati, memperkokoh barisan, merajut ukhuwah, melangkah tegap bersama,
menghantam badai fitnah murahan, sampai kemuliaan kami raih atau kesyahidan
menjemput kami. Saksikanlah janji kami!
Fitnah hari ini tak berarti
apa-apa bagi kami. Karena kami selalu berkaca dengan para pendahulu kami.
Mereka disiksa, dibunuh, difitnah, dan sejuta kisah targis lain yang membuat
kami malu untuk mengeluh apalagi menyerah pada musuh-musuh da’wah ini. Ujian
kami tak seberapa, jauh dibanding Bilal bin Rabah yang disiksa ditengah terik matahari
dengan ditindih batu besar. Ujian kami tak seberapa, engan sahabat yang
dipotong anggota tubuhnya satu persatu agar meninggalkan dien ini. Ujian kami
tak seberapa, dengan para syaikh kami yang kuku-kukunya dicabut satu persatu
di dalam sel. Ujian kami tak seberapa, malu kami untuk mengeluh dan
menyerah, malu kami menghakimi qiyadah kami, malu kami lebih percaya fitnah yang
gencar menyerang lewat media terhadap qiyadah-qiyadah kami.
Kami memang terkadang
menangis, tapi bukan karena fitnah yang membuat kami menangis. Tapi karena rasa
tsiqoh kami dengan saudara sendiri dikalahkan dengan fitnah yang menimpah
saudara kami. Kami menangis karena da’wah yang telah membesarkan kami, tak lagi
kami percaya dengannya, karena arus deras fitnah media yang tak jelas siapa
mereka, satu pertanyaan yang membuat kami tertohok “antum lebih tsiqoh saudara
antum atau media???”. Maafkan kami duhai saudara kami dimanapun berada, maafkan
kami duhai para qiyadah kami, kami sadar kalian terluka dengan tingkah kami,
kami tahu kalian “kecewa” dengan kami. Maafkan kami yang sempat meragukan
keikhlasan antum dalam berdakwah, dan “memaki” keikhlasan antum dalam beramal.
Bergugurannya para ikhwah dari
kafilah dakwah ini, tak akan mempengaruhi kami. memang serasa bumi terbelah dan
langit serasa runtuh saat satu diantara saudara kami harus pergi meninggalkan
kafilah ini. Karena mereka adalah saudara kami se-iman, se-aqidah
se-perjuangan. Kami tetap mendo’akan, mengajak untuk kembali bersama-sama
mereguk manisnya iman dan ukhuwah bersama kafilah dakwah ini. Kami akan tetap
menjaga kehormatan saudara-saudara kami yang sudah tak lagi bersama kami. Dan kami juga berdo’a agar mereka yang telah pergi tidak menjadi
bagian apa yang disampaikan oleh asy-syahid Sayyid Quthb ini :
"Dari waktu ke waktu,
ada sebagian anggota jamaah yg melakukan penyimpangan. Dan setiap kali para
pelaku penyimpangan itu berguguran bagaikan gugurnya daun-daun kering dari
pohonnya yg besar. Boleh jadi musuh memegang salah satu ranting dari pohonnya
itu. Ia mengira bahwa dengan menarik ranting itu ia akan dapat mencerabut pohon
secara keseluruhan. Hingga, ketika sampai waktunya, dan si musuh menarik ranting
itu, ia lepas dalam bentuk kayu bakar kering, TANPA AIR & TANPA KEHIDUPAN.
Sementara si pohon tetap berdiri dengan kokohnya" Asy-Syahid Sayyid
Quthb
Dan kepada Pemilik Hati; Allah SWT, mari kita doakan saudara-saudara yang lain yg patah dari pohon besar itu agar kembali bersama kita dalam suka cita berjamaah.
Dan kepada Pemilik Hati; Allah SWT, mari kita doakan saudara-saudara yang lain yg patah dari pohon besar itu agar kembali bersama kita dalam suka cita berjamaah.
Kami akan tetap bertahan
disini, bersama saudara saudara kami, kalian salah menjatuhkan kami dengan
fitnah, kalian keliru memborbardir kami dengan makar-makar kacangan. Kalian
mengira, kami akan terpecah belah dengan semua fitnah-fitnah ini? TIDAK! Justru
kami akan semakin kuat! sampai nyawa ini terbang mengangkasa, sampai dunia ini
hancur lebur, kami akan tetap disini, maju atau hancur bersama dalam kafilah
dakwah ini.
Dan apabila mereka mendengar
Perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka
berkata: "Bagi Kami amal-amal Kami dan bagimu amal-amalmu, Kesejahteraan
atas dirimu, Kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil". (Al Qashash:55)
-abu rafah-

Comments
Post a Comment