DEBAT CAPRES
Kuningan, 15 Juni 2014
“Pembangunan Ekonomi dan
Kesejahteraan Sosial”
Moderator : Prof. Dr. Ahmad Erani
Yustika
Segmen Kelima : Saling Bertanya
antar Kandidat
Pertanyaan Pertama Jokowi :
Pak, bagaimana mengenai pengembangan ekonomi kreatif? Karena
ini banyak sekali mengurangi pengangguran. Terima kasih.
Prabowo :
Terima kasih Bapak Joko Widodo. Ekonomi kreatif
adalah sangat penting bagi kita karena tadi jumlah penduduk kita sangat besar
dan anak-anak muda kita sangat banyak. Kemudian ekonomi kreatif ini adalah
bidang dimana kita bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Karena itu memang
pemerintah, siapapun yang memimpin di masa yang akan datang, kalau investasi
besar-besaran di bidang pendidikan, untuk mendorong kualitas generasi muda kita
sehingga ekonomi kreatif ini bisa menghasilken suatu nilai tambah bagi bangsa
kita.
Jadi saya sangat mendukung setiap upaya, setiap program untuk
meningkatken persaingan kita, daya saing kita di bidang ekonomi kreatif.
Disinilah mungkin keunggulan bangsa kita karena kita juga punya naluri seni di
darah kita. Kita punya naluri seni, rakyat kita punya bakat di bidang-bidang
kreativitas dan kalau ini diberi kesempatan, ini bisa menghasilken sesuatu
devisa yang banyak di alam abad ke-21 dimana sekarang banyak sekali
perkembangan teknologi mengarah kepada teknologi maya, teknologi telematika.
Saya sangat mendorong pembangunan ekonomi kreatif. Saya punya anak 1 dan
bergerak di ekonomi kreatif, dan dia sebagai desainer dia juga sudah muncul di
mancanegara.
Pertanyaan Pertama
Prabowo :
Saudara Joko Widodo, kita tahu sebentar lagi negara kita akan
kemasukan, atau bukan kemasukan, harus menerima arus dari tetangga-tetangga
kita, ASEAN Economic Community, Komunitas
Ekonomi ASEAN tahun 2015 harus kita teima. Sudah kita setujui dan ada banyak
dampaknya, juga banyak sekali orang ASIAN boleh berusaha di Indonesia, boleh kerja
disini. Saya mohon pandangan Bapak bagaimana menurut Bapak cara menghadapai ASEAN Econimic Community ini. Apa kita
harus meninjau kembali atau bagaimana pemikiran Bapak. Terima kasih.
Jokowi :
Terima kasih. Ini sebuah fakta yang harus kita hadapi tahun
depan ASEAN Econimic Community sudah
dihadapan kita. Tetapi saya meyakini dengan ekomoni kita yang tumbuh baik, dengan
entrepreneur kita juga tumbuh sangat
bagus, keberanian-keberanian untuk menerobos ke pasar global juga sudah
dilakukan lebih dari 25 – 30 tahun yang lalu. Buat kita tidak ada masalah. Hanya
pemerintah harus memberikan dorongan agar mereka menyerang lebih dahulu. Masuk
ke negara lain lebih dahulu. Ini strategi.
Yang kedua, pasar yang ada di domestik jangan sekali-kali
bisa dimasuki pasar dari luar. Caranya seperti apa? Saya kira banyak sekali.
Hal-hal yang berkaitan dengan perijinan misalnya. Saya kira daerah bisa
memberikan kesempatan apabila memang itu adalah investor lokal, investor domestik.
Dan kalau yang dari luar ya ga papalah sedikit-sedikit di selip-selipin. Inilah
saya kira memang semua negara melakukan itu. Ada barier. Mereka menghambat tapi tidak kelihatan. Saya kira tidak
usah lewat sebuah intruksi. Saya kira semua orang tahu bahwa kita dengan
nasionalisme kita, dengan ekonomi berdikari kita, saya kira kita bisa melakukan
itu. Dan jangka panjang di depan sudah saya sampaikan. Hanya ada satu cara
pembangunan manusia. Itulah yang akan menjadi daya saing kita, produktivitad
kita, dan itulah nanti yang menentukan kita menang tidak menang di dalam
pertarungan di pasar. Saya kira itu. Terima kasih.
Tanggapan Prabowo
:
Jadi bagaimana rincinya Bapak mensikapi umpamanya tuntutan
daripada perusahaan – perusahaan dari luar sebagai contoh ingin membuka
cabang-cabang bank di kabupaten – kabupaten kita. Atau, bahwa kita harus
membuka wilayah udara kita. Jadi nanti penerbangan -penerbangan Asian bebas terbang
diantara kota - kota Indonesia. Ini apakah tidak akan merugikan kepentingan
nasional kita?
Jokowi :
Ya tentu saja kita
sebagai pemerintah harus membuat regulasi-regulasi yang memberikan barier agar mereka tidak secara gampang
masuk ke wilayah – wilayah kita. Sebagai contoh yang berkaitan dengan
perbank-an. Saya kira BI mempunyai regulasi yang bisa memberikan
hambatan-hambatan barier agar mereka
tidak gampang sekali masuk ke tempat kita. Karena kalau kita lihat, kita mau
mendirikan sebuah cabang baru di negara lain tetangga kita sangat sulit sekali.
Saya dengar langsung dari beberapa perbank-an. Mereka ingin mendirikan
perbank-an sangat sulit sekali. Tidak segampang di tempat kita. Oleh karena itu
ada regulasi yang jelas dari pemerintah. Agar juga hambatan itu ada.
Kita terbuka, tetapi secara tertutup saya kira hambatan itu
harus mulai dibangun dengan regulasi, dengan peraturan-peraturan. Baik
pemerintah pusat, baik pemerintah daerah. Kita terbuka tetapi saat ini yang
utama adalah melindungi ekonomi kita terutama yang berkaitan dengan ekonomi
rakyat. Tidak bisa kita rombak total, kemudian dia bisa masuk ke semua daerah.
Dan yang menguasai daerah nantinya bukan pengusaha nasional, justru pengusaha
dari sana. Saya kira kepentingan barier untuk
regulasi itu, itu. Jangan sampai memberkan peluang yang besar kepada mereka.
Karena dimanapun kita ingin investasi, negara manapun pasti ada barier nya. Entah lewat regulasi bisnis,
entah lewat regulasi pemerintah, entah dihambat di biaya masuk, dan
lain-lainnya. Terima kasih.
(ccm)
Comments
Post a Comment