PKSDepok, Jakarta - Kicauan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) Fahri Hamzah yang menyinggung capres nomor urut 2 Joko Widodo di akun
Twitternya beberapa waktu lalu, mendapat reaksi yang beragam dari berbagai
kalangan.
Namun, Presiden PKS Anis Matta
enggan mengomentari pernyataan anggotanya itu. Anis hanya mengatakan, Badan
Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) telah mengkonfirmasi pernyataan Fahri.
"Saya kira itu terlalu dibesar-besarkan, lagi pula kan sudah diklarifikasi di Bawaslu," kata Anis.
"Saya kira itu terlalu dibesar-besarkan, lagi pula kan sudah diklarifikasi di Bawaslu," kata Anis.
Seperti diberitakan sebelumnya,
Fahri menyebut perkataan yang dilontarkannya itu di akun Twitter itu bersifat
pribadi dan informal. Kata-kata itu hanya gambaran ekspresi semata.
"Itu kan informasi pribadi.
Informal. Jangan sensitif dengan itu. Orang Indonesia punya ekspresi seperti
itu. Gile, sinting, kalau anak gaul sekarang sadis. Itu ekspresi," kata
Fahri di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat.
Timses Prabowo-Hatta itu menegaskan,
semua ucapan yang berada di akun Twitter @fahrihamzah bukan sesuatu
penghinaan terhadap orang lain. "Saya belum pernah menghina orang,"
tegasnya.
Lewat akun Twitter pribadinya, @fahrihamzah
pada Kamis 27 Juni lalu, muncul kicauan "Jokowi janji 1 Muharam hari
Santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang.
Sinting!".
Akibatnya, Fahri dilaporkan oleh tim
kampanye Joko Widodo-Jusuf Kalla ke Bawaslu. "Kami mendesak Fahri agar
meminta maaf secara terbuka," kata ketua tim advokasi Mixil Munir, di
kantor Bawaslu, Senin 30 Juni 2014. (Mut)
(Tanti Yulianingsih )
Judul Asli: Kicauan Sinting Fahri, Anis Matta: Jangan Sensitif, Itu Ekspresi
Sumber: http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2072855/kicauan-sinting-fahri-anis-matta-jangan-sensitif-itu-ekspresi [4 Juli 2014 - 09.14 WIB]
+-+Helmi+Fithriansyah+2.jpg)
Comments
Post a Comment