PKSDEPOK, Depok - Bulan Muharram adalah salah satu dari
empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah. Bulan Muharram juga merupakan bulan pertama
dalam sistem
kalender Islam. Oleh karena itu salah satu momentum yang sangat penting yaitu menjadikan pergantian
tahun baru Islam sebagai momentum evaluasi terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan merancang agenda ke depan.
Ditengah agenda-agenda rapatnya, Aleg DPRD Kota Depok dari
fraksi PKS, T. Farida Rachmayanti, menjelaskan makna serta harapannya dalam
memperingati tahun baru Islam ini. Perempuan yang menjabat sebagai wakil ketua
fraksi PKS Komisi B mengatakan bahwa Muharram merupakan momentum semangat dan
harapan baru memperbaiki nilai-nilai
dalam keluarga Indonesia, lebih khususnya di Kota Depok.
Keberpihakan perda
Kota Layak Anak pada keluarga Indonesia terus didorong keterwujudannya oleh
Farida yang juga ikut mensukseskan lahirnya perda Layak Anak. Layak Anak
menempatkan posisinya pada basis ketahanan keluarga bersama masyarakat, “Hal
ini menjadi penting karena keluarga dan peran orangtua adalah yang utama,”
tegasnya.
Kemudian Farida menambahkan, perda Layak Anak bisa diterapkan
sehingga tercapainya titik peningkatan pada kualitas Sumber Daya Manusia di
Kota Depok, “Karna kekuatan kompetitif daya saing Kota Depok ada pada SDM-nya,
bukan SDA,” imbuhnya. Dengan adanya perda Layak Anak akan membantu keluarga
menjaga potensi anak melalui 5 hak anak pada Kota Layak Anak yang merupakan
turunan UU Perlindungan Anak yang harus diterapkan oleh Kota maupun Kabupaten. Kelima
hak anak tersebut yaitu, Hak Sipil dan Kebebsan; Lingkungan Keluarga dan
Pengasuhan Alternatif; Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan; Pendidikan,
Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Seni Budaya; dan Perlindungan Khusus.
Farida yang masuk pada kepemimpinan pansus raperda Layak Anak
sebagai sekretaris ini berharap, momentum Muharram dapat mewujudkan kesadaran keluarga
Indonesia khususnya Depok, “Saya berharap hak-hak anak terpenuhi dengan outcome diberbagai sektor; munculnya
keluarga harmonis; juga terbentuknya lingkungan yang ramah (mengacu pada
infrastruktur) dan layak (mengacu pada fasilitas),” jelasnya. (rsk/ccm)
Comments
Post a Comment