PKSDEPOK, Depok
(28/03) – Wakil Ketua Komisi D DPRD Depok Hafid Nasir menyampaikan sebagian besar metode pembelajaran hanya berorientasi pada
hasil bukan pada proses, “Rendahnya minat baca siswa
dikarenakan kebiasaan membaca rendah yang berujung pada kualitas membaca menjadi rendah.” Hal ini disampaikan dalam
diskusi publik yang diadakan oleh Forum Masyarakat Gemar Membaca (Forum Geram)
di Aula Balai Kota Depok dengan tema Menumbuhkembangkan Peran Serta Masyarakat
Melalui Lingkungan Berbudaya Baca Untuk Meningkatkan Kapasitas Sumber Daya
Manusia. Acara ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah Kantor Arsip dan Perpustakaan, Kemenag Kota Depok, unsur guru beberapa sekolah,
organisasi pendidikan, organisasi keagamaan, mahasiswa, pelajar, kader Posyandu dan PKK, serta komunitas baca.
Hafid menilai, sangat minim keluarga yang mengalokasikan anggaran rumah tangga untuk buku bacaan. Pelajar dan mahasiswa lebih mengutamakan membeli handphone
ketimbang beli buku.
“Selain itu yang membuat minat baca rendah adalah komunitas pergaulan dan warnet sehingga tidak ada waktu lagi untuk membaca, jika
ada sudah lelah,” ujar aleg dapil Pancoran Mas ini. Khusus keberadaan warnet, Hafid menginformasikan bahwa pada masa sidang Januari hingga April 2015 terdapat 3 raperda yang sudah discreening oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah. Salah satunnya Raperda Penyelenggaraan Komunikasi & Informatika yang di dalamnya terdapat klausal penataan warnet. Selama jam belajar siswa tidak diperbolehkan mengunjungi warnet. “Warnet dengan game online menjadi salah satu
penyebab minat baca menjadi rendah,” imbuhnya. (rsk)

Comments
Post a Comment