Buat sekujur jasad ini yang tak selamanya ada.
Buat lisan ini yang selamanya tak mampu bicara.
Buat jiwa ini yang tak selamanya bersemayam di dalam dada.
Ia bakal berlalu pergi tinggalkan kehidupan.
Hanya goresan nama yang tertera di sebuah nisan.
Dan semua tak akan kembali yang ada hanya sesal tak berkesudahan.
"Ya Rabb, beri aku waktu dan kesempatan sejenak saja.
Ya Rabb, aku takut seperti kata Sang Nabi: "Celakah! Celakalah orang yang bertemu dengan bulan Ramadhan namun dosanya masih belum diampuni Allah!" (HR Ath_Thabrani)
Andai ini Ramadhan terakhir...
Akan aku genapkan azzamku, betapapun rasa berat menghantuiku, dan rasa malas yang melenakanku.
Andai ini Ramadhan terakhir...
Aku ingin menempatkan diriku dalam nasihat Imam Syafi'i, "Kita adalah pemburu surga dan buronan neraka."
Sungguh menakjubkan jika masih bisa bersantai dalam perjalanannya menuju keinsyafan.
Andai ini Ramadhan terakhir...
Tentu shalatku akan aku pelihara, aku lakukan dengan penuh khusyu' lagi tawadhu'.
Malam pun akan aku sibukkan dengan tarawih, qiyamullail, bertahajud, bertilawah, bersedekah, juga memperbaiki ukhuwah.
Andai ini Ramadhan terakhirku...
Berharap semua amal akan menjadi bekal terbaik untuk menghadap Nya.
Hingga raih kemudahan kala melakukan perjalanan menuju kehidupan yang baka.
Wallahu musta'an
Oleh: Umar Hidayat M. Ag

Comments
Post a Comment