Peduli Nasib Petani, Kader PKS Depok Borong Tomat Enam Ton


PKSDEPOK - Merosotnya harga tomat dari harga pasaran yang berkisar Rp.8000/kg menjadi Rp.2.000/kg sangat merugikan petani. Di musim kemarau ini banyak tanaman padi yang mengalami gagal panen, ditambah dengan kemerosotan harga tomat. Tentunya kedua hal tersebut sangat memukul para petani yang sudah mengeluarkan biaya operasioanal besar.

Apa yang dirasakan petani saat ini menjadi perhatian kader-kader PKS Kota Depok untuk ikut mengatasi banyaknya pasokan tomat yang berakibat harga anjlog.

"Saat ini hasil panen tomat melimpah, namun sayang petani tidak bisa menikmati hasil panen tersebut karena disaat panen harga anjlog jauh dibawah harga normal yang kisaran Rp.8.000/kg. Harga tomat kini hanya Rp.2.000/kg. Tetapi jika langsung membeli dari petani, harga bisa jauh dibawah Rp.2.000/kg," Ujar Ahmad Yani salah satu kader PKS Depok, Kamis (27/08) saat membongkar tomat di Parung Bingung Depok. 

Menurut Ahmad Yani, jumlah tomat yang diborong langsung dari petani mencapai 6 ton. 4 Ton tomat segar tersebut akan di jual dan 2 ton akan dibagikan secara gratis untuk warga Depok

"4 ton tomat akan kita jual dan 2 ton tomat kita bagikan sercara gratis. Kita memborong tomat untuk ikut meringankan beban petani. Disisi lain kita bisa bersedekah kepada warga dengan buah tomat, karena tomat manfaatnya juga besar untuk kesahatan," tambah Ahmad Yani.

Ahmad Yani juga mengatakan, calon Wakil Walikota Depok yang diusung PKS KH. Idris Abdul Shomad secara sepontan juga ikut memborong tomat sebagai bentuk kepeduliannya kepada petani.

"Pak KH. Idris Abdul Shomad merasa ikut prihatin dengan nasib petani tomat, maka beliau dengan suka rela ikut memborong tomat yang juga akan di berikan kepada masyarakat. Beliau memang tokoh yang punya rasa kepedulian yang besar bukan hanya kepada warga Depok, namun juga petani yang tinggal di luar Depok," jelas Ahmad Yani. (Ro/ccm)

Comments