Hadir di saat yang tepat, tunjukkan kegigihan, dan beri kontribusi yang berharga. Sederhana. Tak perlu syarat yang muluk-muluk untuk menjadi pahlawan, yang semua orang bisa melakukannya.
Isa a.s. adalah seorang yang besar, sehingga diangkat menjadi Rasul. Namun di balik kebesaran itu, ia tetap membutuhkan kehadiran para pahlawan untuk berjuang bersama di sisinya. Yaitu para sahabatnya, orang-orang biasa.
"Siapa yang akan menjadi penolongku untuk agama Allah?" Tanya Isa a.s. Dan para sahabatnya hadir disaat yang tepat, menunjukkan kesetiaan, dan memberi kontribusinya kepada Isa a.s. melalui jawaban "Kamilah penolong agama-agama Allah." (QS 61:14)
Agar punya sesuatu yang akan diberi, maka mantapkanlah kapasitas diri!
Pahlawan memiliki kepekaan dan senantiasa siap sedia menuang jasa. Karena itu, pahlawan bukan orang yang sembarang membuang waktu dan tidak peduli dengan sesama.
Dan pahlawan menginspirasi akan kegigihannya. Sejarah tak pernah mengagungkan nama yang mudah menyerah dan cengeng.
Tetapi abaikan satu hal: Keinginan untuk dipuji, keinginan untuk dikenang, dan keinginan pamrih lainnya. Ketidaktulusan hanya mengantarkan cerita anti klimaks dan celaan, alih-alih pujian.
Allah sudah menakdirkan nama tertentu yang terus bergaung dengan waktu. Namun begitu banyak nama yang tidak terkenal di dunia namun populer di akhirat. Dengan keadaan itu, si empunya nama dapat terjaga keikhlasannya.
Mari berbuat baik, bukan atas alasan ingin dijuluki pahlawan, tetapi karena hidup menjadi berarti bila komitmen pada nilai-nilai kepahlawanan.
Zico Alviandri

Comments
Post a Comment